Menyesal,
Cinta Kugenggam
Bagai
Menggenggam Pasir
Cerita ini aku awali
saat aku duduk di bangku SMA. Aku sangat penasaran akan yang namanya pacaran.
Ku cari tahu lewat teman, keluarga hingga media online. Ku merasa katrok jika
belum berpacaran. Sampai suatu ketika aku meliha sosok gadis berambut panjang
yang ternyata siswi baru di sekolahku. Pertemuanku dengannya adalah yang
sengaja ku lakukan karena aku dengar dari teman-temanku ada siswi baru yang
cantik.Aku segera menuju ruang guru dan tak sengaja kulihat dia lagi duduk di
taman depan ruang guru.
“Murid
baru ya?” tanyaku gugup.
“Iya,
salam kenal ya namaku Arin! Kalau kamu?” Tanya Arin balik.
“Namaku
Satria, kamu disini nanti di kelas berapa?”
“Aku
di kelas XII IPA 2! Kamu kelas brapa?”
“Sama
donk, entar barengan sama aku yuk ke kelas?” ajakku tanpa sengaja kupegang
tanggannya.
“Iya
aku besok mulai belajarnya Sat!” sahutnya sambil tersenyum melihat aku yang
salah tingkah.
“Maaf
ya aku ga tau, adi malu nih aku!” sambil mengalihkan pandangan ke langit.
“Kenapa
Sat, emang ada apa di langit?” Tanya Arin mengejutkan ku!